Gakindo Indonesia International Auto Show 2021 Akan Digelar 12

Written by Bong on December 30, 2020 in Pariwisata Indonesia saat Pandemi with no comments.

Dalam momentum ini bukan berarti pengelola desa wisata tidak melakukan sesuatu, namun pengelola desa wisata dituntut untuk dapat mempersiapkan strategi ke depan pasca wabah pandemi Covid-19. Seiring dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi, konsep pengembangan amenity ini sebenarnya perlu memadukan antara kearifan budaya lokal dengan adopsi teknologi modern yang dapat menjadi daya tarik lebih kuat bagi para wisatawan. Ketersediaan amenity yang berkualitas merupakan suatu keharusan dalam upaya pengembangan destinasi pariwisata, terlebih jika sasarannya adalah wisman yang memiliki kemampuan untuk memilih dimana mereka akan berwisata. Konkretnya, amenity ini merupakan satu kesatuan dengan atraksi wisata yang menjadi daya tarik utama, sehingga pengembangannya sangat perlu diperhatikan dengan gagasan dan ide-ide yang inovatif. Daya tarik pariwisata lainnnya adalah tersedianya beragam fasilitas yang berada di sekitar destinasi wisata, seperti akomodasi, restoran, sarana ibadah, pusat informasi, toko cenderamata, dan lainnya yang dapat menambah nilai dan daya saing dari destinasi wisata utama.

Tempat wisata seperti ini tertuju pada pegunungan, pantai, air terjun, dan pedesaan. Hampir semua kalangan butuh liburan untuk merefresh kembali pikiran dan tubuh setelah sibuk bekerja, belajar atau beraktivitas lainnya. Hal ini membuat pariwisata menjadi salah satu sektor yang tak pernah ada habisnya. Apalagi jika weekend atau hari libur sekolah tiba, berbagai tempat wisata akan penuh pengunjung.

Pariwisata disaat pandemi

Dalam penjelasannya pada 16 April 2020, Presiden menegaskan akan merealokasi anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke program padat karya bagi pekerja yang bergerak di bidang wisata. Selanjutnya, para pelaku pariwisata Slot Online Terpercaya dan ekonomi kreatif akan diberi stimulus ekonomi agar bisa bertahan tidak terjadi PHK besar-besaran. Konsep CBET&CBT dalam skala desa seringkali lebih akrab dikenal dengan istilah Ekowisata atau Desa Wisata atau Wisata Desa.

ASIATODAY.ID, TOKYO– Jepang dan China sepakat untuk memulai kembali menjalankan kerja sama di sektor pariwisata yang terpukul pandemi Covid-19. Dengan kata lain, aplikasi Jogja Pass berguna sebagai identitas digital, sementara Visiting Jogja untuk keperluan pemesanan dan informasi terkait objek wisata. Selain itu, jika wisatawan belum melakukan pemesanan tiket melalui Visiting Jogja, mereka tetap dapat berkunjung ke objek wisata asalkan telah memiliki ID digital dari Jogja Pass. Industri pariwisata pun berusaha dibangkitkan kembali untuk menjaga stabilitas ekonomi. Walau begitu, sektor pariwisata tentu tidak akan sama dengan keadaan sebelum pandemi.

Photo by felfin05 evin on UnsplashMelemahnnya industri pariwisata akibat virus corona juga terjadi di Indonesia. Beberapa destinasi wisata seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok mengalami penurunan pengunjung yang cukup drastis. Pandemi Covid-19 membawa dampak yang sangat besar, khususnya bagi industri pariwisata. Selama kurang lebih 4 bulan, masyarakat Indonesia dan dunia dituntut untuk tetap berada di rumah demi mencegah penularan virus corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *