Bagaimana Sektor Pariwisata Indonesia Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

Written by Bong on January 4, 2021 in Pariwisata Indonesia saat Pandemi with no comments.

Senada dengan Nicholas, pehobi traveling Wella Diniati juga mengaku tahun ini dirinya tetap akan menjalankan hobi travelingnya, terutama di Indonesia meski dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan penyesuaian anggaran bepergian. Khusus di platform pemesanan tiket pesawat dan resort Traveloka, terjadi jumlah penurunan pengguna hingga 70 persen. Sebelumnya, kabar baik bagi pelaku pariwisata di Bali datang dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno usai melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster di rumah jabatan Gubernur, Denpasar, baru-baru ini. Percepatan vaksinasi Corona di Kabupaten Sukoharjo terkendala ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat. Menurut Suratno, pemilik membangun tempat wisata air itu dengan dana miliaran rupiah. Pendapatan selama setahun beroperasi sebelum pandemi Covid-19 belum mampu mengembalikan modal.

Langkah lain yang dibuat adalah menutup semua situs candi dengan rantai penghalang sehingga pengunjung tidak bisa masuk ke dalam candi-candi tersebut. Petugas dengan ketat mengawasi para pengunjung untuk mencuci tangan dengan penerapan jaga jarak yang ditentukan. Bahkan, terdapat pengeras suara yang selalu mengingatkan para pengunjung untuk selalu menerapkan jaga jarak, penggunaan masker, dan penerapan protokol kesehatan. Langkah tersebut ditindaklanjuti oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pada 25 April 2020, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengeluarkan berbagai kebijakan strategis untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata. Kebijakan tersebut dapat dirangkum dengan berbagai tagar, yakni #jagasesama, #jagaproduktivitas, #jagakomunikasi, #jagakreativitas, #jagaoptimisme, dan #jagaupaya.

Penggarapan sport tourism ini dilakuan dengan melibatkan komunitas dan Pokdarwis dan pihak swasta. Suara.com – Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor pariwisata nasional maupun international. Sandi menyebutkan, melihat perkembangan covid di tahun kedua ini, untuk menggenjot kunjungan pariwisata baik asing maupun domestik dibutuhkan sebuah kolaborasi kolosal. Dia mengatakan, kolaborasi itu harus dijalin dengan berbagai instansi terkait instansi seperti Kementrian Luar Negeri, Kementerian Hukum & HAM, Satgas Covid-19, Kementrian Kesehatan, dan Kementrian Perhubungan serta juga elemen masyarakat dan dunia usaha.

Sisi kreativitas masyarakat juga menjadi dukungan bagi berbagai upaya pemerintah. Dalam tingkat dunia, penghargaan pertama kategori inovasi di UNWTO diberikan pada Triponyu.com yang membuat destinasi dengan keterlibatan tinggi atas peran masyarakat. Ini adalah salah satu bukti bahwa kreasi anak bangsa juga dapat mengangkat pariwisata Indonesia dalam kancah dunia.

Pariwisata saat ini

Pandemi COVID-19 meluluhlantakkan seluruh aktivitas pariwisata hingga mati suri. Sekalipun semua orang ingin traveling, kesehatan diri dan keluarga jadi prioritas tertinggi saat ini. Sandiaga Uno menyampaikan sejumlah poin untuk memulihkan sektor pariwisata saat memberikan sambutan di Rakernas PHRI. Selain itu, perjalanan menggunakan kendaraan sendiri, roadtrip, juga akan menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata. Inovasi juga akan menjadi dasar bagi pengembangan destinasi super prioritas dalam satu tahun yang meliputi kuliner, busana, tarian, hingga infrastruktur.

VietnamMelalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Indonesia mempromosikan diri sebagai tujuan wisata untuk turis-turis asing dengan kampanye “Wonderful Indonesia”. Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah kedatangan turis asing di Indonesia telah bertumbuh secara stabil dari tahun 2007 sampai 2015. Performa yang solid ini didukung oleh pengurangan insiden teroris di Indonesia. Meskipun sedikit, di Indonesia ada kelompok Muslim radikal yang percaya tidak hanya Islam harus menjadi satu-satunya panduan hidup namun juga bersedia menggunakan tindakan-tindakan ekstrim untuk mengubah dan menghancurkan kondisi-kondisi yang ada saat ini. Program ini mengusung misi agar masyarakat dapat memesan tiket ataupun hotel sekarang, tetapi jalan-jalan kemudian.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia , Nunung Rusmiati mengapresiasi dukungan pemerintah melalui Kemenparekraf terhadap sektor pariwisata. Dia menilai program 5 destinasi tremendous prioritas dapat mendorong promosi destinasi wisata domestik ke masyarakat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengaku diberi tugas untuk mengembangkan destinasi wisata tremendous prioritas hingga menggelar occasion berskala dunia. Sandiaga Uno juga menambahkan akan menggunakan teknologi big data untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19. Untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata, Presiden Joko Widodo memastikan adanya program perlindungan sosial bagi pekerja di sektor pariwisata yang diusahakan sampai kepada sasaran.

Sejak Agustus 2020, pengguna Traveloka dapat memanfaatkan CleanAccommodation untuk memilih akomodasi yang telah memenuhi Protokol CHSE yang direkomendasikan WHO dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sejak diangkat Presiden Jokowi, Sandiaga Uno mendapat amanat khusus untuk fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia yakniDanau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Meski demikian, Sandiaga menyadari betul bahwa perlu adanya pemulihan yang seimbang dan simultan antara kesehatan dan persiapan bangkitnya ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pilar ekonomi untuk melanjutkan ekonomi nasional.

Berbagai destinasi wisata di Indonesia selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik, walaupun perekonomian dinilai sedang kurang kondusif. Photo by felfin05 evin on UnsplashMelemahnnya industri pariwisata akibat virus corona juga terjadi di Indonesia. Beberapa destinasi wisata seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok mengalami penurunan pengunjung yang cukup drastis. Sama seperti yang Bola Online terjadi di seluruh dunia, Indonesia menanggung imbas dari merosotnya industri pariwisata akibat pandemi virus corona. Bahkan Bali yang merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara, masih harus menutup pintu untuk wisman hingga akhir tahun sebagai upaya menahan laju penyebaran virus corona di Tanah Air. Pulau Dewata pun mencatat kerugian pariwisata Rp 9,7 triliun setiap bulan.

Khusus di sektor pariwisata, bahkan diprediksi akan menjadi industri yang terakhir pulih. Hal itu disebabkan karena adanya pembatasan aktifitas individu hingga penutupan sejumlah negara dengan serangkaian kebijakan tarik ulur dalam penanganan pandemi Covid 19. Selama ini, Pulau Dewata menggantungkan mayoritas pendapatan daerahnya terhadap sektor pariwisata. Otomatis, pembatasan kegiatan wisata mempengaruhi keuangan mereka sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Di satu sisi, penutupan tempat-tempat wisata, termasuk industri penunjangnya, dibutuhkan untuk meredam penyebaran virus korona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *